Mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak selalu harus dilakukan di ruang terapi profesional. Orang tua juga bisa berperan besar dalam mendukung perkembangan anak lewat terapi sederhana di rumah. Dengan konsistensi dan kesabaran, latihan harian bisa memberikan dampak nyata bagi keterampilan akademik, sosial, maupun perilaku anak.
Berikut adalah beberapa terapi praktis yang bisa dilakukan di rumah.
1. Terapi ABA (Applied Behavior Analysis) Sederhana
Tujuan: Membentuk perilaku positif dan keterampilan dasar.
Cara Melakukan di Rumah:
- Tentukan perilaku yang ingin dilatih (misalnya: menyebut nama benda, duduk tenang, atau merapikan mainan).
- Berikan instruksi singkat dan jelas, seperti “Tolong ambil bola.”
- Jika anak berhasil, berikan pujian atau hadiah kecil (misalnya stiker atau camilan sehat).
- Ulangi latihan dengan konsisten 5–10 menit per sesi.
- Hindari hukuman keras, gunakan pendekatan positif agar anak termotivasi.
Tips: Jangan terlalu lama, cukup beberapa menit tapi dilakukan rutin setiap hari.
2. Terapi Sensori Integrasi (SI) di Rumah
Tujuan: Membantu anak mengatur respons terhadap rangsangan sensorik (bunyi, sentuhan, gerakan).
Kegiatan Sederhana:
- Ayunan atau hammock di rumah untuk melatih keseimbangan.
- Mainan tactile seperti pasir kinetik, slime, atau beras kering untuk stimulasi peraba.
- Trampolin kecil atau lompat di kasur untuk menyalurkan energi berlebih.
- Permainan air seperti menuang air dengan gelas atau spons.
Tips: Amati reaksi anak. Jika terlalu berlebihan (overstimulasi), hentikan sejenak.
3. Terapi Wicara Sederhana
Tujuan: Melatih kemampuan komunikasi anak.
Latihan di Rumah:
- Membacakan buku cerita bergambar sambil menunjuk objek.
- Mengajak anak menirukan suara hewan atau bunyi sederhana.
- Gunakan kartu bergambar (flashcard) untuk mengenalkan kata baru.
- Dorong anak untuk meminta sesuatu dengan kata sederhana (“mau air”).
Tips: Bicara dengan intonasi jelas dan lambat, jangan terburu-buru.
4. Social Story (Cerita Sosial)
Tujuan: Membantu anak memahami situasi sosial sehari-hari.
Cara Membuat:
- Pilih situasi sederhana, misalnya “pergi ke sekolah” atau “cuci tangan sebelum makan”.
- Buat cerita singkat bergambar (bisa digambar tangan atau print sederhana).
- Bacakan berulang kali sambil menunjukkan gambar.
- Latih anak untuk mempraktikkan setelah mendengar cerita.
Tips: Cerita sosial harus ringkas, jelas, dan fokus pada satu situasi saja.
5. Latihan Motorik Halus & Kasar
Tujuan: Melatih koordinasi tubuh dan kemandirian.
Contoh Kegiatan:
- Motorik halus: mewarnai, meronce manik-manik, bermain lego.
- Motorik kasar: berlari, melempar bola, menendang bola, atau yoga anak.
Tips: Jadikan kegiatan ini menyenangkan, bukan seperti tugas.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Konsistensi lebih penting daripada durasi lama.
- Ikuti mood anak. Jangan memaksa ketika anak lelah atau marah.
- Catat perkembangan anak. Misalnya dengan jurnal harian kecil.
- Kombinasikan dengan terapi profesional. Terapi di rumah adalah pendukung, bukan pengganti penuh.
Dukungan dari ASC Course
Selain latihan di rumah, anak tetap membutuhkan bimbingan terstruktur dari tenaga profesional. ASC Course menyediakan les ABK dan program khusus dengan pendekatan komprehensif, termasuk ABA, terapi sensori integrasi, TEACCH, dan social story. Tentor kami juga membuat program bulanan, menetapkan target, dan memberi laporan perkembangan yang bisa membantu orang tua melanjutkan latihan di rumah.
Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang program untuk anak, klik bagian beranda dan hubungi tim ASC Course untuk konsultasi.
